Beberapa kali dalam suasana tertentu aku pergi senyap menyendiri entah karna aku hanya ingin duduk diam sendiri saja sembari menikmati suguhan pemandangan disekeliling atau ingin berefleksi tentang moment yang sudah terlewati, kali ini aku rindu satu sosok yang pernah kujumpai setahun yang lalu.
Memori tentangnya kukenang kembali
Terbayang bagaimana ia dilepas dengan deraian air mata saat mengucapkan salam perpisahan, aku mengamati dan hanya berdiri terpaku melihat dari kejauhan. bertubi-tubi pelukan dilabuhkan kepangkuannya, pelukan cinta dan kasih yang telah lama ditanam pada hati mereka. Sekarang dia sedang menuainya.
Ada tanya yang menyelinap dalam rasa penasaran ini, tapi aku yakin akan menemukan jawaban dikemudian hari.
Pernah suatu ketika aku tersentak kaget dengan bentakan keras dari seseorang, aku buru-buru keluar ruangan menjauhi sumber suara tersebut, namun belum sempat aku tenangkan kekagetanku, suara tersebut malah semakin berteriak, aku bergumam kesal pastinya, karena kali ini suara itu bukan hanya membentak namun juga memarahi beberapa orang dari kami didepan kalayak ramai dengan hardikan penuh emosi. Beberapa menit setelah kejadian itu aku bertanya padanya.
Aku: Bagaimana perasaanmu ketika ditegur dengan keras didepan anak-anak?.
Dia: Sudah biasa kok, beliau kalau lagi marah memang begitu semua kita kena walau hanya satu dua orang yang berbuat salah.
Aku: "terus gimana caranya biar bisa nenangin diri ya?"
Dia sambil tersenyum menjawab: "Diamin aja gak usah nyahut kalau hati berontak diistifarin aja, lama kelamaan insya allah bisa lebih tenang dan bentakan yg seperti itu pun akan gak jadi beban lagi"
Aku terdiam saat itu, sembari memandang lekat senyum diwajahnya.
Kini dititik ini aku mulai lemah, aku berlahan mencerna nasihat lembutnya.
Tentang arti diam, tak perlu "mengaktualisasi" disembarang tempat, yang bisa dilakukan adalah ikhlas menerima kekurangan setiap individu karena walau bagaimanapun tanpa sadar banyak dari keluarga, sahabat, rekan kerja yang juga berusaha berdamai dengan kekurangan diri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar