Kamis, 08 Oktober 2015



Mau tak mau dia tetap harus hadir, itu kata naluri. Dia bahkan tahu hidup ini tak sebening dulu kala negri ini belum tercemar. Kini yang tinggal hanya penyesalan. Ya hanya penyesalan akan sepotong episode yang tlah dilalui dengan hari-hari yang terasa setengah kelam.

Ia tetap lah hanya setetes air yang tak kan mampu melepaskan dahaga apalagi menyirami jagat ini dengan keteduhan. Ia juga tak pernah berharap menjadi aliran air sungai yang mempesona. Karena takdirnya hanya menjadi dirinya yang hinggap didaunan. Mau tak mau ia akan tersingkirkan oleh teriknya mentari dan wujudnya akan lenyap tanpa ada yang merasa kehilangan. Mungkin ia terkesan lemah atau tak berguna. Ya ia tetap lah secuil air.

Sudahlah..
Hidup ini memang begini adanya, tetaplah lakoni peran masing-masing.
#Embun pagi,