aku gemas melihat pipimu, tembem bangettttt pengen digigittttt tapi aku sadar kamu bukan kue. kemaren kamu hadir ditengah-tengah keluargaku, jujur saat itu aku sedang banyak sekali masalah baby, kamu datang memperlihatkan ketegaran yang harus aku pelajari darimu. Kamu kuat sekali beb, aku iri padamu.
entahlah bagaimana hidupmu kelak, kau tak bersalah namun tetap saja hina dimata mereka. Apa mungkin mereka takut dekat denganmu apalagi mengadopsimu hanya gara-gara keberadaanmu didunia ini tak dinginkan. perih mata ini melihat tangismu, saat kudekap kau diam seribu bahasa, begitu hauskah kau akan belaian dari ibumu baby, ah aku tak kuasa melihatnya.
kau sesuaikan cara hidup dengan kondisimu, tak pernah diberi ASI apalagi susu botol (hanya dengan alasan diare) hanya air gula yang kau konsumsi selama ini. Malaikat kecil bertahanlah ya sayang sampai kau bisa jadi orang hebat kelak :) aku kan selalu mendoaimu malaikat kecil
Senin, 25 November 2013
Rabu, 13 November 2013
Non..!! jangan kesal melulu sama aku, manfaatku sesyahdu namakuu BIDURI
Lama aku tatap keyboard notebook, ada kerutan dikeningku (dah tua kaleeee) makhlum tak mampu nulis dengan kata2 teratur... yowes lah apa adanya je ye... aku nak share pengalaman.
Sore kemaren....
aku dan kawan kosku pergi ke rumah adik angkat kami guna menaati titah paduka amma reje untuk menyita Hp si adik... kasihan si adik :'-( (aku tak nak lanjutin cerita si adek)
Nah kebetulan ada alasan keluar, kami gunakan kesempatan emasss untuk berlama-lama di alam bebas (biasanya terkurung di jereji rumah).
Kawanku punya kenangan tersendiri di Jalan Syiah Kuala (katanya sihhh), aku pun bisa melihatnya. Disepanjang jalan kami asik ngobrol ngodal-ngidul tak jelas dengan seabrek mimpi-mimpi. Tapi, pas sampai ke TKP maksudnya jalan Syiah Kuala dia langsung menghentikan percakapan, aku pun tau maksudnya... kalian juga tau kan.??? tau tak??? aku bilang aja lah "Dia mau mengenang kembali semua keluarga (ayah, ibu, adik2nya) yang tlah dibawa oleh laut itu!! Bayangan mereka menari-nari dimatanya, dia selalu bilang padaku dulu kalau setiap minggu pagi mereka berlari-lari di pasir itu".
Aku coba menghibur sedikit dengan menjepret beberapa gambar, kamera kuarahkan ke dia. Tu kan kena lo... Iyapun masang gaya yang aduhaiiiiiii.... gitu2 aja.... hehee.. tak apa lah yg penting bibirnya sudah tersungging senyum.
Nah masuk deh ke poin yang memang ini nak ku share
saat asyik berfoto ria, aku minta giliranku yang dijepret tapi slalu gagal,
ada bapak-bapk yang nimbrung masuk ke gambarku
dengan sedikit penasaran, kusapa si Bapak. "Bapak lagi ngapai? (Kagak ada maksud nanya ngapai nongol-nongol di fotoku hehe...)
"lagi potong ini" jawab si Bapak sambil nunjukin batang sejenis tanaman semak.
"buat apa batang itu pak???" tanyaku semakin penasaran.
"buat makanan jangkrik"
"..????? jangkrik pak?" tanyaku polos
"iya jangkrik untuk makanan burung, Bapak budidaya jangkrik buat dijual ke agen burung" jawab si Bapak sambil mengambil posisi duduk karena penat jongkok.
Aku sempat foto tu tanaman yang memang tak asing lagi di sekeliling kita.
Aku sempat kesel terkadang kalau lagi jalan-jalan tersentuh batang ini, gatal kalau terkena kulit. Apalagi kalau di daerah gunung atau di perumahan bekas tsunami dekat pinggiran pantai, setiap rumah pasti ada ni pohon. Ternyata ni batang menjadi ladang wirausaha bagi yang punya pengetahuan luas, contoh nyata ni dia si Bapak yang sempat nongol difoto aku...hehehe
Sepulang ke rumah dengan semangat 45 aku ceritakan ke ibu.
Wah........ ternyata ibuku malah lebih tau banyak mengenai tu batang... :-( ibu bilang, tu batang namanya BIDURI sangat bagus untuk obat, dulu ibu sering menjadikan aku salah satu pasien yang mengkonsumsi biduri product. Kata ibuku, dulu aku sering malas pakai sandal kalau lagi main-main keluar rumah, pas giliran ketusuk duri di telapak kaki, pulang ke rumah merengek karena kesakitan. Mulai deh si dokter herbal sambil merepet eeee maksudnya menasehatiku mengambil getah biduri dan meneteskannya ke tempat yang tertusuk duri guna mengeluarkan duri yang sangat halus. Tak lama setelah itu duripun keluar dengan sendirinya dan kakiku pun bisa loncat-loncat kembali...hahahaa
nah, yang lebih anehnya lagi daun biduri juga bisa digunakan untuk obat gatal-gatal, padahal seperti yang kukatakan tadi, kalau terkena tu pohon akan terasa gatal. Penyebab gatal kok bisa jadi penyembuh gatal toh.
Memang tak salah dimana ada penyakit disitu ada penawarnya :)
Sore kemaren....
aku dan kawan kosku pergi ke rumah adik angkat kami guna menaati titah paduka amma reje untuk menyita Hp si adik... kasihan si adik :'-( (aku tak nak lanjutin cerita si adek)
Nah kebetulan ada alasan keluar, kami gunakan kesempatan emasss untuk berlama-lama di alam bebas (biasanya terkurung di jereji rumah).
Kawanku punya kenangan tersendiri di Jalan Syiah Kuala (katanya sihhh), aku pun bisa melihatnya. Disepanjang jalan kami asik ngobrol ngodal-ngidul tak jelas dengan seabrek mimpi-mimpi. Tapi, pas sampai ke TKP maksudnya jalan Syiah Kuala dia langsung menghentikan percakapan, aku pun tau maksudnya... kalian juga tau kan.??? tau tak??? aku bilang aja lah "Dia mau mengenang kembali semua keluarga (ayah, ibu, adik2nya) yang tlah dibawa oleh laut itu!! Bayangan mereka menari-nari dimatanya, dia selalu bilang padaku dulu kalau setiap minggu pagi mereka berlari-lari di pasir itu".
Aku coba menghibur sedikit dengan menjepret beberapa gambar, kamera kuarahkan ke dia. Tu kan kena lo... Iyapun masang gaya yang aduhaiiiiiii.... gitu2 aja.... hehee.. tak apa lah yg penting bibirnya sudah tersungging senyum.
Nah masuk deh ke poin yang memang ini nak ku share
saat asyik berfoto ria, aku minta giliranku yang dijepret tapi slalu gagal,
ada bapak-bapk yang nimbrung masuk ke gambarku
dengan sedikit penasaran, kusapa si Bapak. "Bapak lagi ngapai? (Kagak ada maksud nanya ngapai nongol-nongol di fotoku hehe...)
"lagi potong ini" jawab si Bapak sambil nunjukin batang sejenis tanaman semak.
"buat apa batang itu pak???" tanyaku semakin penasaran.
"buat makanan jangkrik"
"..????? jangkrik pak?" tanyaku polos
"iya jangkrik untuk makanan burung, Bapak budidaya jangkrik buat dijual ke agen burung" jawab si Bapak sambil mengambil posisi duduk karena penat jongkok.
Aku sempat foto tu tanaman yang memang tak asing lagi di sekeliling kita.
Aku sempat kesel terkadang kalau lagi jalan-jalan tersentuh batang ini, gatal kalau terkena kulit. Apalagi kalau di daerah gunung atau di perumahan bekas tsunami dekat pinggiran pantai, setiap rumah pasti ada ni pohon. Ternyata ni batang menjadi ladang wirausaha bagi yang punya pengetahuan luas, contoh nyata ni dia si Bapak yang sempat nongol difoto aku...hehehe
Sepulang ke rumah dengan semangat 45 aku ceritakan ke ibu.
Wah........ ternyata ibuku malah lebih tau banyak mengenai tu batang... :-( ibu bilang, tu batang namanya BIDURI sangat bagus untuk obat, dulu ibu sering menjadikan aku salah satu pasien yang mengkonsumsi biduri product. Kata ibuku, dulu aku sering malas pakai sandal kalau lagi main-main keluar rumah, pas giliran ketusuk duri di telapak kaki, pulang ke rumah merengek karena kesakitan. Mulai deh si dokter herbal sambil merepet eeee maksudnya menasehatiku mengambil getah biduri dan meneteskannya ke tempat yang tertusuk duri guna mengeluarkan duri yang sangat halus. Tak lama setelah itu duripun keluar dengan sendirinya dan kakiku pun bisa loncat-loncat kembali...hahahaa
nah, yang lebih anehnya lagi daun biduri juga bisa digunakan untuk obat gatal-gatal, padahal seperti yang kukatakan tadi, kalau terkena tu pohon akan terasa gatal. Penyebab gatal kok bisa jadi penyembuh gatal toh.
Memang tak salah dimana ada penyakit disitu ada penawarnya :)
Langganan:
Komentar (Atom)