Mau tak mau dia tetap harus hadir, itu kata naluri. Dia
bahkan tahu hidup ini tak sebening dulu kala negri ini belum tercemar. Kini
yang tinggal hanya penyesalan. Ya hanya penyesalan akan sepotong episode yang
tlah dilalui dengan hari-hari yang terasa setengah kelam.
Ia tetap lah hanya setetes
air yang tak kan mampu melepaskan dahaga apalagi menyirami jagat ini
dengan keteduhan. Ia juga tak pernah berharap menjadi aliran air sungai yang
mempesona. Karena takdirnya hanya menjadi dirinya
yang hinggap didaunan. Mau tak mau ia akan tersingkirkan oleh teriknya
mentari dan wujudnya akan lenyap tanpa ada yang merasa kehilangan. Mungkin ia
terkesan lemah atau tak berguna. Ya ia tetap lah secuil air.
Sudahlah..
Hidup ini memang begini adanya, tetaplah lakoni peran
masing-masing.
#Embun pagi,